Postingan

Teladan Zaman Ini

Malu rasanya, padahal gua muslim dari lahir, tapi ngga ada kontribusi apa-apa untuk umat. Padahal muslim yang baik adalah yang paling bermanfaat bagi lingkungannya, komunitasnya, muslim yang lain. Gua takut jangan-jangan, ditahap ini, gua malah udah membuat orang men-cap muslim itu kurang baik, karena hal yang pernah gua lakukan, atau malah kebiasaan gua :'. Respek banget sama koh steven, maasya Allah, tabaarakallaah, semoga Allah memberikan keberkahan kepada gua dan kepada beliau. Wallahi, dia itu orang yang Allah beri kecerdasan lebih. Hal itu yang Allah jadikan jalan beliau menuju islam. Walaupun, cerita awal beliau karena iseng, tapi maasya Allah, Allah memberikan pintu hidayah dan sungguh gua bersaksi, beliau adalah orang yang baik dan orang yang hebat. Walaupun baru tahun 2000an masuk islam, beliau itu sudah menjadi definisi muslim yang memanfaatkan seluruh bakatnya untuk menegakkan agamanya. Dan bakatnya sangat besar. Gua juga nonton cerita beliau di yutup, insya Allah, atas...

Trust Issues

 Tau ngga?       Dulu pas awal² kuliah dijogja, gua anti banget manggil kakak angkatan dengan embel² "mas", dan itu bertahan sampai semester 2. Ngga tau ya?!, Geli aja gitu manggil seseorang dengan sebutan "mas" karena, ya... It's feels really awkward because in my mind "that word" means you have a personal relationship toward them, padahal, deket sama kakak angkatan, satu pun takde.        Kalo disini, daerah gua, kata itu tu semacam panggilan "aa", not in sundanese ways, but betawian. Karena "aa" disini refer to kakak, it means you have a blood relation near or far, atau lu deket atau "deket" with that person.        Kalo panggil "abang" mah biasa, toh gua pas SMA dipanggil abang. Dan dari dulu emang udah biasa "abang" digunakan untuk panggil pedagang kaki lima dan abang angkot, jadi konotasi "abang" itu not related to something personal or special.          Ngga penting sih, tapi jadi kepik...

Intentions

Everything that Allah gave me,  every story that I've been doing,  what I think that was fortunate or unfortunate for myself, All of them happened by Allah approval, All of them had been written in lauhul Mahfudz, even before I exist in this world, So All I can do now is doing my best with what I had, And I need to straighten the intention of all of my activity because of Allah, Because I was sent in this world is to worshipping Allah only

Kawachan si kucing kawaii

Gambar
Kenalin namanya kawachan Salah satu dari tiga bersaudara, anaknya mengching Paling kiri si cowo (aisyah panggilnya Anta) Tengah Belang Dan kanan kawachan, yang kalo Hannah panggil Jadinya Pochong Kawachan dan belang senengnya nimbrung bobo di kasur Atau kalo pagi-pagi pintu udah dibuka, Naiklah dia ke kasur ndusel-ndusel Bangunin orang minta makan Foto Aisyah dan kawachan yg lagi akur Biasanya kalo udah kedengeran suara aisyah, Kawachan langsung kabur, ngumpet Soale Aisyah si cantik pinter, suaranya cempreng banget  Dan kawachan paling takut sama orang baru  Dan suara berisik Kawachan dimana mana Fin.

Not ready yet ????

In fact, Im still hesitating I thought I already understood Intention of married need to be based on what Allah wants          Ibadah, dakwah, jadi muslimah yg baik, pasangan yg saling mengingatkan akan kebaikan, belajar bersama, hafalan bersama, belajar sabar dan ikhlas, sama-sama belajar untuk selalu melibatkan Allah disetiap lini kehidupan etc.. Karena kita ada di dunia ini untuk beribadah kepadaNya, bukan hanya dalam sholat, puasa dkk, di setiap aktifitas yg baik jika dilakukan karena Allah akan jadi ibadah *itu yg ane dengar saat kajian*.            Artinya, seharusnya ane ikhlas jika memulai dengan cara yg baik. Apalagi mama ridha, dan menawarkan untuk dikenalkan dengan cara yg baik. Tapi nyatanya, malah kaya menelan ludah sendiri. Dulu, ane selalu bilang, yah nikah sama siapa aja juga jadi asal agamanya bagus. Anung juga bilang, kalo bisa tanya ke tetangganya, suka ketemu ngga pas jama'ah di masjid, khususon shubuh dan isya'....

Life is so wierd

You know what? Being home 24/7 such a real struggle. Being a job hunter send send send all over to get my dream job, and I-don't-really-want-that-job nearly for a year Been in mother-daughter quarrels for almost every single day I have a rocky head just like her and father, every day I'm struggling not to easily get angry or whatsoever "Don't angry and jannah for you" I failed again and again, but I'm still working on that. ... Being home is what I've been avoided my whole live,  When I was applying for high school I pray to Allah, I wanted to be in boarding school if that would makes me a better person. Because I know, when I'm home I can't be anything. I can't rule my self, I don't know what path I should take. And I don't know how to overcome my and my mother stubbornness And half of my intention of taking college in yogyakarta is my runaway from home ... Long story short, here I am, home again I've been planning this and that, s...

Love

Allah doesn't like love that bigger than love toward Him Second is of course to our prophet (shalallahu'alaihi wa sallam) Third must be parents (I suppose) surga di bawah telapak kaki ibu kan? ... But I think I messed up with the order Sometimes when my iman fall from the cliff That times with low low iman in my heart I get galau so easily, I miss someone, bigger than anything else And my life get so messy, trouble, problem from every direction But the main point is my low state of iman ... I suppose to measure everything with iman What I need to do, my priority All measurement is available in our deen Every decision that I suppose to take And things that need to be prioritized So then, if I want to solve every trouble That might be I'm the one who caused it I need to fix my iman first If I want work properly I need to fix the instrument Although Allah the one who can to fix it I need to pray for it, and do my best So that my desicion is not based fr...