Move on
Bener kata kakak gua, mungkin referensi kita sama, atau bisa jadi beda, karena banyak ustadz yg membekali kita dengan nasihat yang sama atau at least serupa. Tapi as I said, in so many occasions, menjalaninya ngga semudah itu. Sebelum gua paham, gua juga punya prinsip yang sama sebelumnya. Tapi, yang paling susah itu menata hati. Bayangin crush dari jaman MI baru bener-bener kelar pas kuliah. Padahal ketemunya lagi cuma sekali di acara reuni tahun baruan pas kelas 12.
Setelah belajar, masih sama kok, tetep susah move on. Walaupun udah berusaha memasukkan hal-hal yg lebih penting ke kepala, atau hal yg ngga penting-penting amat asalkan bukan manusia itu, tapi masih aja tetep kepikiran. Walaupun udah baca dan coba menerapkan avoidance over resistance, yah tetep ngga semudah itu, padahal ketemu aja udah ngga pernah, tapi sekarang kan you can easily access to what are most of people've been doing right?!. Ooo wait, I actually knew one trick, you can easily moved on from someone who's getting married. So, please lah ppali ppali nikah, ben hayati bisa moved on.
Maybe it is part of the progress?! Soale dulu alhamdulillah bisa berhasil move on dari hardcore fangirlingin si Haenim *ya standarnya gua yak, bukan kpopers pada umumnya*. So this one too shall pass!
Komentar
Posting Komentar