Postingan

Life these days

I wonder, if I'm with you now, is this life gonna be easier. Life felt way too hard these days, as if I can't hold myself back together. I always thought life will be easier tomorrow, then I found myself laughing in a tragedy, where actually sadness is all over the place, but hope is in the corner. Again, I never thought if I allowed to cry in front of people.  Nope, it felt different this time, I kept thinking about what palestinian people said in so many video, "Hasbunallah wa ni'mal wakiil". Cry, hug, telling someone about it might make it easier, but it's not what it is. "you" Are not the answer in this moment, but "Him" Is the actual answer. I think about how my brother not in the position to help me back then. But I also think about how easy I got to the sidewalk, while a life threatening moment could be happened, how coincidentally there were bapak gocar who check on me, how abang² starling pointing out my motor-belt was broken and g...

Dull

It's not like I have a metal heart, it's not like it is numb and I don't feel anything. I do fall from time to time, I do like someone, and these days aren't the exceptions.  It's just not proper in my opinion to express my interest moreover romantically toward someone.  Because I don't know who actually destined to be with me *if death doesn't come first*. So this feeling is worthless. You can't let loves grow toward any people, it's sucks if he's actually not my destiny. So in my case, I'm just not gonna let my feelings grow except the time when it's halal to do so. Isn't it easier that way?  Well going through it doesn't as easy as it sounds. I do feel brokenhearted, it is not easy to stop your feeling. But trust me, time will heal. It's okay if it feels hurt today, one day you'll realize that those feelings are temporary. 

Alhamdulillah

Gambar
Alhamdulillah 'ala kulli hal Alhamdulillah masih bisa kerja, walaupun ngga tau rencana Allah gimana, dan sampai saat ini masih diperpanjang terus sampai akhir tahun.  Ngga tau, rasanya agak hampa, karena minggu ini belum kajian lagi kali ya...  Alhamdulillah Allah kasih teman² yang selalu ngajakin apa aja, kajian, lari, main, makan... They're so lovely, and way too kind toward me...  Tapi otak manusia kufur nikmat ini masih aja demen ngeluh. Mungkin karena imannya lagi turun. Tapi mau sampai kapan dibiarin turun, usaha kali mbak.  Belakangan hampir setiap hari pulang malem terus, entah abis pulang kerja langsung lari, kajian, atau sekedar makan bareng, Alhamdulillah manusia² disekitar gua banyak yg sama randomnya, suka random ngajak ini itu dan kuy aja diajakin ini itu. Insya Allah masih di koridor halal dan mubah.  Tapi, mungkin emang pada mode default-nya manusia itu butuh pelengkap ya?. Keknya ada aja satu titik dimana I need someone, missing someone, padahal...

Kerinduan yg lalu

 You know what,  I don't miss Jogja as I was. Back then I missed Jogja waaaay too much, because there are too many memories, great one, there.  And I know, the key is you need new things to think, than you're going to forget what you were missed back than.  Yhaa Jogja adalah magical words that means kenangan yang bikin senyam senyum sendiri kalo diinget . Pertama kali kesini kesitu, pertama kali melakukan hal ini dan itu, ketemu ini dan itu, sadar akan perasaan baru toward someone, tau rasanya gagal, kecewa, sedih, bahagia, rindu semuanya campur jadi satu. Tapi sekarang sudah agak lupa rasanya, karena terlarut di circle baru dijakarta. Rasanya tidak pernah sedalam di Jogja, tapi sedikit mengobati kerinduan bercengkrama dengan orang. 

25

I already reached the age that makes me felt lonely, bcs a lot if ppl at my ages in my country send their invitation or photo of their weddings, or photos of their 1st or 2nd child Kalo masih bulan lalu beda lagi ceritanya. Masalahnya I'm surrounded by people who're ready and already prepared to be married, dimana gua adalah manusia tertua di circle terbaru ini.  Padahal sebelum ini biasa aja, ngga tau ya kenapa vibesnya jadi berubah, sekarang² pingin nyanyi lonely... I feel so lonely, I have nobody.... Wkwk 😄😢. Tapi, gua yakin Allah pasti mempertemukan atau bisa juga gua mati duluan si, tapi tetep aja, gua yakin Allah pasti akan memberikan yang terbaik diwaktu yang tepat. Walaupun gua sama sekali belom bisa mencium aroma-aroma kapannya.  Nda apa-apa kalo teman² disekitar gua udah punya, mau dengan cara yg ma'ruf atau pacaran atau apalah, yang pasti, gua ngga boleh ikut²an. Allah udah memahamkan untuk ngga menyentuh hal² yang memang ngga dibolehkan. Ujian itu emang melati...

Teladan Zaman Ini

Malu rasanya, padahal gua muslim dari lahir, tapi ngga ada kontribusi apa-apa untuk umat. Padahal muslim yang baik adalah yang paling bermanfaat bagi lingkungannya, komunitasnya, muslim yang lain. Gua takut jangan-jangan, ditahap ini, gua malah udah membuat orang men-cap muslim itu kurang baik, karena hal yang pernah gua lakukan, atau malah kebiasaan gua :'. Respek banget sama koh steven, maasya Allah, tabaarakallaah, semoga Allah memberikan keberkahan kepada gua dan kepada beliau. Wallahi, dia itu orang yang Allah beri kecerdasan lebih. Hal itu yang Allah jadikan jalan beliau menuju islam. Walaupun, cerita awal beliau karena iseng, tapi maasya Allah, Allah memberikan pintu hidayah dan sungguh gua bersaksi, beliau adalah orang yang baik dan orang yang hebat. Walaupun baru tahun 2000an masuk islam, beliau itu sudah menjadi definisi muslim yang memanfaatkan seluruh bakatnya untuk menegakkan agamanya. Dan bakatnya sangat besar. Gua juga nonton cerita beliau di yutup, insya Allah, atas...

Trust Issues

 Tau ngga?       Dulu pas awal² kuliah dijogja, gua anti banget manggil kakak angkatan dengan embel² "mas", dan itu bertahan sampai semester 2. Ngga tau ya?!, Geli aja gitu manggil seseorang dengan sebutan "mas" karena, ya... It's feels really awkward because in my mind "that word" means you have a personal relationship toward them, padahal, deket sama kakak angkatan, satu pun takde.        Kalo disini, daerah gua, kata itu tu semacam panggilan "aa", not in sundanese ways, but betawian. Karena "aa" disini refer to kakak, it means you have a blood relation near or far, atau lu deket atau "deket" with that person.        Kalo panggil "abang" mah biasa, toh gua pas SMA dipanggil abang. Dan dari dulu emang udah biasa "abang" digunakan untuk panggil pedagang kaki lima dan abang angkot, jadi konotasi "abang" itu not related to something personal or special.          Ngga penting sih, tapi jadi kepik...